Jaringan listrik pintar berbasis AI akan mempercepat transisi sektor tenaga listrik menuju energi bersih
Laporan terbaru GlobalData, ‘Smart Grid‘, adalah salah satu laporan intelijen strategis terbaru dari spesialis analisis industri. Laporan ini memberikan analisis industri tentang pasar smart grid, permintaan yang terus meningkat, dan bagaimana hal ini mengganggu utilitas listrik serta sektor ketenagalistrikan. Laporan ini berfokus pada tren terkait smart grid sebagai tema dalam teknologi, tren makroekonomi, dan regulasi. Laporan ini memberikan gambaran singkat tentang analisis rinci rantai nilai smart grid.
Laporan ini dibangun sebagai satu tema yang menawarkan penelitian mendalam menggunakan data dan informasi yang bersumber dari asosiasi industri, situs web perusahaan, situs web pemerintah, dan badan statistik. Informasi juga diperoleh melalui sumber penelitian sekunder lainnya seperti majalah industri dan perdagangan. Smart grid yang didukung AI merevolusi produksi dan distribusi energi melalui analitik prediktif real-time dan pembelajaran mesin, secara dinamis menyelaraskan pasokan dengan permintaan.
AI secara mendalam mengubah ekosistem jaringan, mengoptimalkan operasi, meningkatkan keandalan, dan memperkuat ketahanan. Dengan mengintegrasikan infrastruktur yang tertanam IoT dengan sistem peramalan dan optimasi canggih, perusahaan utilitas mendapatkan efisiensi, kemampuan beradaptasi, dan ketahanan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Saat model bertenaga AI memproyeksikan permintaan pada skala mikro, memberdayakan perusahaan utilitas untuk menyempurnakan penyeimbangan beban, jaringan pintar siap membentuk kembali sektor tenaga listrik dengan memfasilitasi transisi ke energi yang lebih bersih dan meningkatkan keandalan.
AI berfungsi sebagai tulang punggung cerdas dari jaringan listrik pintar, mendorong optimalisasi, stabilitas, dan keamanan di seluruh jaringan energi. Perusahaan seperti Solcast dan RisingStack menggunakan AI dan citra satelit untuk memperkirakan radiasi matahari secara real-time dan meramalkan keluaran PV, membantu operator jaringan mengurangi pembatasan dan menjadwalkan cadangan dengan lebih efektif. Demikian pula, sistem AI di Hornsdale Wind Farm, yang menggunakan data atmosfer dan kinerja, secara signifikan meningkatkan akurasi peramalan, memungkinkan antisipasi variabilitas yang lebih baik dan menghindari kapasitas yang terbuang. Sementara itu, perusahaan utilitas seperti National Grid memanfaatkan data sensor untuk memantau sistem kritis dan memprediksi kegagalan, secara signifikan mengurangi waktu henti.
Inisiatif pemerintah, integrasi energi terbarukan, permintaan akan jaringan yang lebih tangguh dan efisien, serta teknologi seperti meter pintar, AI, dan IoT mendorong investasi di pasar transmisi tenaga listrik. Investasi transmisi global pada tahun 2025 mencapai $378,3 miliar, meningkat 10,1% dibandingkan tahun 2024. Investasi tersebut terutama pada gardu induk sebesar $274,3 miliar, diikuti oleh saluran transmisi sebesar $104 miliar. Investasi transmisi diperkirakan tumbuh dari $378,3 miliar pada tahun 2025 menjadi $586 miliar pada tahun 2030 dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 9,2%.
Total investasi jaringan transmisi ($ miliar), Global, 2025-2030f

Sumber: GlobalData Power Intelligence Center. Catatan: f = perkiraan.
Tren teknologi dalam jaringan pintar, terutama kembaran digital, pengembangan mikro-jaringan, dan integrasi kendaraan listrik (EV), berkembang pesat untuk meningkatkan ketahanan, efisiensi, dan keberlanjutan jaringan. Teknologi-teknologi ini menyatu untuk menciptakan sistem tenaga yang lebih dinamis, terdesentralisasi, dan cerdas yang dapat menangani kompleksitas energi terbarukan dan aliran energi dua arah.
Perusahaan seperti ABB Electrification meningkatkan efisiensi, ketahanan jaringan, dan mempercepat transisi energi melalui pemodelan Kembaran Digital Enline dan Dynamic Line Rating (DLR) untuk meningkatkan jaringan transmisi dan distribusi. Hitachi Energy dan GE Vernova mendukung pertumbuhan mikro-jaringan melalui otomatisasi distribusi, perangkat lunak kontrol jaringan, dan integrasi DER serta penyimpanan.
Integrasi EV semakin diakui sebagai salah satu pendorong utama dalam evolusi jaringan pintar, memungkinkan sistem energi yang lebih fleksibel, tangguh, dan bersih. Misalnya, GNA Energy (India) meluncurkan “GNAi,” platform bertenaga AI untuk optimalisasi jaringan dan integrasi meter pintar pada tahun 2026.
Teknologi jaringan pintar mentransformasi sektor kelistrikan dengan membuat sistem listrik lebih adaptif, efisien, dan berkelanjutan. Meter pintar dan sensor memungkinkan pemantauan aliran listrik secara real-time, membantu perusahaan utilitas menyeimbangkan pasokan dan permintaan dengan lebih baik serta mengurangi pemborosan energi.
Perusahaan utilitas seperti EDF menggunakan Sistem Manajemen Sumber Daya Energi Terdistribusi (DERMS) untuk mengintegrasikan panel surya, ladang angin, dan penyimpanan baterai ke dalam jaringan listrik dengan lebih lancar, mengurangi masalah seperti lonjakan tegangan dan fluktuasi frekuensi. Contoh lainnya adalah pembangkit listrik virtual (VPP), yang mengumpulkan sumber daya termasuk panel surya perumahan, baterai kendaraan listrik, dan beban industri fleksibel untuk bertindak sebagai aset tunggal yang dapat dikendalikan bagi operator jaringan. VPP canggih milik Xcel Energy, bekerja sama dengan Itron dan Tesla, mengintegrasikan sistem baterai perumahan, panel surya atap, pengisi daya kendaraan listrik, dan termostat pintar ke dalam platform IntelliFLEX DERMS milik Itron, memungkinkan pengumpulan dan pengiriman DER selama beban puncak untuk menstabilkan jaringan listrik.
Seiring pertumbuhan energi terbarukan dan elektrifikasi yang meluas melalui kendaraan listrik, pompa panas, dan lainnya, jaringan listrik harus berevolusi. Alat-alat jaringan pintar mendorong evolusi ini melalui otomatisasi, kecerdasan digital, dan komunikasi dua arah. Pada intinya, solusi-solusi ini memperkuat keamanan energi, efisiensi biaya, dan integritas ekologis, serta mendorong ekosistem energi yang benar-benar berkelanjutan.

